Merdeka sudah bangsa Indonesia dari kaum penjajahan, tapi apakah kemerdekaan itu dirasakan oleh segenap bangsa seluruh nya, wallohu 'alam. Kemerdekaan baru bersifat fisik semata belum sampai kepada kemerdekaan yang hakiki, dimana para Pemimpin atau Penguasa ( yang punya kekuasa Harta ) dan yang berkuasa masih menjajah kaum yang masih lemah. Kemerdekaan yang hakiki hanyalah didapat dengan memahami tentang hati, Hati yang menurut agama adalah segumpal daging yang lunak.Tapi hati seringkali di nodai oleh nafs,sedangkan hati yang sebenarnya adalah nur illahi yang tak pernah salah,coba rasakan pada diri ketika berbohong, maka hati takan pernah menolak bahwa itu adalah kebohongan.
Hati diibarat cermin yang dapat memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya,misalkan cahaya matahari maka akan memantulkan cahaya matahari pula, namun bila cermin itu kotor penuh debu dan kotoran, maka takan mampu memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya, karena tertutupi oleh noda.


