Merdeka sudah bangsa Indonesia dari kaum penjajahan, tapi apakah kemerdekaan itu dirasakan oleh segenap bangsa seluruh nya, wallohu 'alam. Kemerdekaan baru bersifat fisik semata belum sampai kepada kemerdekaan yang hakiki, dimana para Pemimpin atau Penguasa ( yang punya kekuasa Harta ) dan yang berkuasa masih menjajah kaum yang masih lemah. Kemerdekaan yang hakiki hanyalah didapat dengan memahami tentang hati, Hati yang menurut agama adalah segumpal daging yang lunak.Tapi hati seringkali di nodai oleh nafs,sedangkan hati yang sebenarnya adalah nur illahi yang tak pernah salah,coba rasakan pada diri ketika berbohong, maka hati takan pernah menolak bahwa itu adalah kebohongan.
Hati diibarat cermin yang dapat memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya,misalkan cahaya matahari maka akan memantulkan cahaya matahari pula, namun bila cermin itu kotor penuh debu dan kotoran, maka takan mampu memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya, karena tertutupi oleh noda.
Secara hakiki bahwa manusia itu adalah berhati baik karena merupakan cahaya(nur illahi), namun karena tertutupi oleh sifat manusia yang cenderung mengarah kepada Nafs, maka hati itu tak dapat memantulkan cahaya dari Alloh. Tidak menyadarinya bahwa semuanya adalah atas kehendak Alloh Swt.Mulai dari mata bisa melihat, telinga bisa mendengar,tangan bisa meraih, kaki bisa melangkah, mulut bisa bicara dan lain sebagaianya, merasa itu semua adalah bagian dari kehidupannya. Lupa akan siapa jatidirinya bahwa semua adalah titipan dari Alloh Swt.
Hati tersebut gelap pekat, membawa kegelapan bagi diri dan lingkungannya. Allah telah mengunci mati hati yang gelap pekat tersebut sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 7 :
"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka,
dan penglihatan mereka ditutup.
Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al Baqarah 7)
Ada dua hal yang menyebabkan hati manusia gelap pekat tidak mampu memantulkan cahaya Ilahi yang menyinari hatinya.
Pertama hati itu dipenuhi debu, kotoran dan noda hitam akibat dosa dan perbuatan maksiat yang dilakukannya, sehingga hati tersebut menjadi hitam legam dan tidak mampu memantulkan cahaya yang datang padanya.
Kedua, hati tersebut tidak mendapat cahaya dari Ilahi karena hati tersebut berpaling tidak menghadap pada sumber cahaya Ilahi yang datang padanya. Hati tersebut mungkin menyerong, menyamping atau bahkan membelakangi sumber cahaya Ilahi yang mendatanginya, sehingga cahaya Ilahi tidak mengenai permukaan hati tersebut.
Walaupun hati tersebut bersih dari perbuatan dosa, namun ia tetap gelap tidak mampu memberi cahaya bagi diri dan lingkungannya karena memang tidak ada cahaya yang bisa dipantulkan kembali oleh hati tersebut.
Allah sumber cahaya yang menerangi ...
Allah adalah sumber cahaya yang menerangi alam semesta, menerangi langit dan bumi, menerangi kehidupan manusia, menerangi hati yang dalam kegelapan. Allah menjelaskan hal tersebut dalam surat An Nur ayat 35 :
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya Allah,
adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus,
yang di dalamnya ada pelita besar. "
Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.
Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nur 35)
Orang yang selalu menghadapkan hati dan fikirannya kepada Allah yang maha Tinggi dan terus menerus berusaha membersihkan hatinya dari berbagai kotoran yang datang setiap saat, niscaya hatinya akan bersinar cemerlang dengan cahaya Ilahi. Hatinya memantulkan serta memancarkan Nur (cahaya) Ilahi yang diterimanya menerangi kehidupan serta lingkungan tempat dia berada. Namun orang yang memalingkan hati dan fikirannya dari menghadap Allah, dan membiarkan berbagai kotoran bertumpuk menutupi hatinya, tidak akan pernah mendapat cahaya Ilahi. Hatinya gelap pekat demikian pula hidupnya berada dalam kegelapan dan ketidak pastian, ia tidak mampu menerangi dirinya sendiri apalagi menerangi lingkungan hidupnya.
Pemimpin-pemimpin Negeri yang diberikan amanah jabatan hanya sesaat hendaknya untuk kepentingan umat bukan menindas kaum lemah yang tak berdaya, diatasmu masih ada yang jauh lebih kuasa. Tak akan selamanya berjaya karena kekuasaan pangkat dan jabatan, ada saatnya menjadi rakyat dan takan lagi dikenali siapapun, hanya amal baik dan ke sholehannya yang akan diingat umat. Jabatan sekarang adalah ujian, mampukah membawanya kepada jalan kebaikan ataukah hanya sekedar mencari jalan meniti kekayaan dunia.
Renungan:
Untuk menanam pohon yang kuat berdiri menjulang
bersihkan tanah dari rumput dan ilalang
Tanam biji dengan membuat lubang
agar akar akaarnya bebas tak terhalang
Perlu waktu kecambah untuk tumbuh
sirami biji yang hendak tumbuh
biarkan tumbuh jangan sampai layuh
Pupuk dengan kasih sayang yang utuh
Pohon berdiri tegak menjulang
Kokoh kuat ditopang batang
Ranting ranting tumbuh bercabang
Akar kuat tak pernah bilang.
Kekuatan akar yang bekerja
tak pernah berebut siapa yang berkuasa
tetap setia pada tugasnya
melayani kebutuhan makanan bagi sesama.
Pohon yang kuat berdiri tegak adalah bahan tafaqur untuk kita bersama,tegaknya pohon ditopang oleh kekuatan akar. Semakain banyak akar yang menopang memberi kehidupan akan semakin kuat. Akar tak pernah berlomba untuk saling berebut menerobos tanah dan berusaha untuk melilit batang pohon, menyatakan dirinya bahwa "aku"lah yang paling berperan.
Semakin banyak akar menopang, semakin subur cabang dan ranting berdaun,maka semakin rindanng pula pohon yang tegak berdiri yang dapat memebrikan perlindungan bagi sekelilinngnya. Semakin rindang dan kuat tumbuhnya pohon semakin bermanfaat bagi kehidupan di sekelilingnya. Semakin banyak pula binatang yang turut bernaung dan mencari ketenangan dan keteduhan .
Tidakah semua itu sebagai kekuasaan ayat ayat Alloh? Cerdaskan hati bukan sekedar cerdas aqal,cerdas aqal akan slalu diliputi oleh nafsu yang membawa ke"aku"an, rasa ego yang tinggi yang menyatakan dirinya bahwa aku lebih pintar, bahwa aku lebih kuat, bahwa aku lebih segalanya, padahal ILMU hanyalah milik Alloh semata.
Dirgahayu Indonesiaku !!
Semoga kemerdekaan ini adalah milik semua masyarakat indonesia bukan hanya sebatas golongan tertentu.
Terima Kasih ya Alloh telah anugrahkan kemerdakaan pada negeri Kami
Lindungi kami Rakyat negeri ini
Damaikanlah saudara saudara Kami seluruh Nusantara
Sejahterakan Kami rakyat Negeri ini
Jangan sejahtera hanya di wakilkan pada wakil wakil rakyatnya saja
atau hanya para pemimpinya saja
Melainkan kemerdekaan yang Hakiki...lahirnya, juga bathinya.
Aamiin...Ya Rabbal'alaamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar