Posko hari ke3 di hari Puls 5 Idulfitri dengan jumlah kunjungan pasen yang masih tetap membludak, dengan kasus kasus sebagian besar adalah saluran pencernaan. Gangguan salura pencernaan masih mendominasi seperti Penyakit tukak lambung, Diare dan Panas tersangka Demam Tifoid. Kasus kasus kecelakaan dibanding tahun sebelumnya sedikit penurunan, hal ini dimungkinkan karena pelebaran jalan dan semakin macetnya jalan di are Tanjungsari. Kemacetan yang sudah rutin pada jam jam sibuk sudah bukan lagi menjadi hal aneh melainkan sudah sering kita saksikan bagi para pengendara yang melewati jalur bandung sumedang via Tanjungsari. Ditengah hari libur seperti sekarang menjelang arus balik sudah barang pasti akan menambah daftar antrian macet.
Saat jelang jumat sekitar jam 11.00 setelah selesai membereskan alat alat di Intalasi GAWAT DARURAT, tiba tiba dikejutkan dengan seorang klien terenggah enggah dengan kepala dan tangan berlumur darah yang lari dari arah Alun alun TKP ( 15 meter dari pintu IGD ) padahal sedang Rame ramenya dan bertepatan pada mau pergi shalat jumat. Klien tersebut di Bacok dikepala dan tangan oleh sebilah golok, dan kejadian
itu tak jauh dari Pos polisi yang sedang mengamankan di Pos Polisi. Seketika itu Polisi turun ke Alun alun dan beberpa orang ke IGD ., sedangkan pelaku saat itu dalam pencarian. Kami segera menindak lanjuti dengan memberikan pertolongan secepatnya.
Permasalahan sebenarnya sepele karena masalah kepemilikan lapak dagang mainan anak, padahal jika bisa dibicarakan tak akan sampai terjadi hal seperti itu. Masih ingat sekitar 3 tahun yang lalu juga tentang lapak dan jajanan yang sama menjadi ajanng keributan. Namun pada saat itu bisa diselesaikan melalui jalan damai karena intinya adalah komunikasi ditengah tingkat pendididkan mereka yang relatif rendah ditunjang dengan dasar agama sehingga kekerasan menjadi salah satu penyelesaianya. Disekitar Kami keadaan ini sudah sering terjadi bahkan saat pengajianpun aparat keamananpun sempat kena tusukan orang yang benar benar nekad. Pada saat tadipun menurut kami itu adalah hal yang gila, dimana para aparatur keamanan sedang mengamankan tak jauh dari lokasi melakukan ytindak kriminal. Sudah separah itukah mental rakyat kelas bawah?
Perlu pemahaman yang lebih bagi para pengusa karena ujung ujungnya adalah isi perut.Demi isi perut maka bisa lakukan apapun ditengah ketidak pastian ekonomi yang semakin tidak terkontrol dimana kebutuhan poko manusia yang melambung tinggi, susahnya mencari lapangan kerja anak yang yangsemakin banyak dan tungtutan tungtutan yang lainnya yang mungkin lebih konsumtif. Jika saja tungtutuan tungtutan yanng sangat mendasar saja tidak terpenuhi akan mengundang kekerasan dan kejahatan. Berani melukai orang atau sesama manusia demi tungtutan isi perut. Seperti layaknya para politisi demi sebuah jabatan atau karir maka berani mempertaruhkan semua kekayaaannya, manakla tidak mencapai apa yanng diharapkannya menjadi bumerang pada dirinya, menarik diri dari linngkungan bahkan bisa jadi anti sosial. Terbukti dilingkungan sendiri karena kalah menjadi anggota dewan, diminta sumbangan buat buka puasa dilingkungan mesjidnya yang cuma 20 meter, tak memberi sepeserpun. wallohu 'alam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar