"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Semoga masih ingat pernyataan tersebut diatas adalah salah satu Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, alinea ke 3, Negara Republik Indonesia yang Kita Cintai, Kita Banggakan, Kita hormati. Marilah kita sejenak merenungkan arti dari "Memperingati HUT Kemerdekaan RI "
Memperingati, menurut bahasa adalah untuk mengenangkan atau memuliakan sesuatu atau peristiwa, Jadi kita ,Mengenang kembali Bagaimana Republik Ini dahulu memproklamirkan Kemeredekaan. Dan Kemerdekaan itu bukan didapat dari pemberian negara lain, melainkan hasil Perjuangan Para pahlawan kita dahulu yang telah bersusah payah berjuang dengan segenap kemampuan dan berani ditebus dengan Nyawa yang berguguran di medan pertempuran. Pertempuran dengan menggunakan senjata yang ada harus melawan tentara musuh dengan senapan mesin dan alat perang lainya yang sudah lebih maju. Tapi para Pahlawan kita tak pernah menyerah berani dengan keyakinan bahwa peluru tidak membuatnya takut, takut untuk mati karena Mati bukan disebabkan oleh peluru melainkan Taqdir Alloh Swt. Para Pahlawan yakin bahwa ada yang Maha mempunyai "peluru" yaitu Alloh Swt. Ke Maha Besaran Alloh dan keyakinan para Pahlawan untuk mengusir penjajah
Hal ini tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Negara Republik Indonesia alinea ke 3 yang penulis sajikan di atas "Atas berkat Rahmat Alloh yang Maha Kuasa " bukan "Atas perjuangan kami para Pahlawan " Bagaimana Hebatnya Pemimpin negeri saat itu dengan ke TAUHID-annya mengakui bahwa kemerdekaan ini adalah campur tangan Alloh Swt. Tanpa campur tangan Alloh, maka kita saat ini takan pernah merasakan kemerdekaan. Kehebatan para Pemimpin negeri saat itu yang mengutamakan Alloh sebagai satu satunya Penolong Negeri ini patut diacungi jempol dan harus dihormati dan di Banggakan. Para Pahlawan dan Pemimpin Negeri saat itu rela berjuang untuk meraih kemerdekaan dan pada saat ini mereka tak menikmati kemerdekaan yang diperjuangkannya saat itu. " Sekali Merdeka, Tetap Merdeka !" bukan " Sekali merdeka, Merdeka sekali"
Para Pahlawan dan Pemimpin negeri saat itu punya keyakinan bahwa Kemerdekaan Negeri harus berlangsung. Untuk keberlangsungan hidup Negeri ini, para Pemimpin Negeri harus membangun ( coba Pahami lirik lagu Kebangsaan Indonesia Raya )" ....Bangunlah jiwanya...bangunlah Badannya ....Untuk Indonesia Raya..." Yang pertama Harus bangun adalah "jiwa"nya, harus untuk melaksanakan pembangunan jiwa, semangat juang mengejar ketertinggalan. Kita hendaknya bertafaqur melihat kebelakang perjuangan
para Pahlawan kita yang "jiwa"nya bangun dan bangkit,walau dengan senjata seadanya ( mis : Bambu runcing ) tapi mampu melawan para penjajah. Lha,kita saat ini masih banyak yang berleha leha, bahkan cenderung generasi sekarang lebih banyak menempuh cara instan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak menutup kemunngkinan, masih banyak pula para Generasi sekarang yang giat membangun jiwanya namun terbentur oleh berbagai faktor. Pembangunan jiwa pada para generasi sekarang karena lebih mengutakan "ilmu" daripada "Aqidah". Ilmu itu bisa diraih belakangan, karena menurut penulis lebih baik aqidah yang harus diutamakan. Coba kita tengok Rosululloh Saw.dimana Rasullulloh Saw.tak pernah belajar berpendidikan tinggi, namun bagaimana Baginda Rasululloh Saw selalu menjaga aqidahnya, hingga sampai saat ini menjadi panutan kita yang mengaku Beriman. Bila sudah mulai membangun jwanya tentu apa yang dilakukannya akan selalu berharaf restu Alloh. aamiin.YRA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar