Sabtu, 16 Agustus 2014

NAPAK TILAS KEMERDEKAAN RI ( HATI adalah CERMIN )


Merdeka sudah bangsa Indonesia dari kaum penjajahan, tapi apakah kemerdekaan itu dirasakan oleh segenap bangsa seluruh nya, wallohu 'alam. Kemerdekaan baru bersifat fisik semata belum sampai kepada kemerdekaan yang hakiki, dimana para Pemimpin atau Penguasa ( yang punya kekuasa Harta ) dan yang berkuasa masih menjajah kaum yang masih lemah. Kemerdekaan yang hakiki hanyalah didapat dengan memahami tentang hati, Hati yang menurut agama adalah segumpal daging yang lunak.Tapi hati seringkali di nodai oleh nafs,sedangkan hati yang sebenarnya adalah nur illahi yang tak pernah salah,coba rasakan pada diri ketika berbohong, maka hati takan pernah menolak bahwa itu adalah kebohongan.
Hati diibarat cermin yang dapat memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya,misalkan cahaya matahari maka akan memantulkan cahaya matahari pula, namun bila cermin itu kotor penuh debu dan kotoran, maka takan mampu memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya, karena tertutupi oleh noda.

Jumat, 15 Agustus 2014

NAPAK TILAS KEMERDEKAAN RI ( Bagian Pertama )

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."

Semoga masih ingat pernyataan tersebut diatas adalah salah satu Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, alinea ke 3, Negara Republik Indonesia yang Kita Cintai, Kita Banggakan, Kita hormati. Marilah kita sejenak merenungkan arti dari "Memperingati HUT Kemerdekaan RI

Memperingati, menurut bahasa adalah  untuk mengenangkan atau memuliakan sesuatu atau peristiwa, Jadi kita ,Mengenang kembali Bagaimana Republik Ini dahulu memproklamirkan Kemeredekaan. Dan Kemerdekaan itu bukan didapat dari pemberian negara lain, melainkan hasil Perjuangan Para pahlawan kita dahulu yang telah bersusah payah berjuang dengan segenap kemampuan dan berani ditebus dengan Nyawa yang berguguran di medan pertempuran. Pertempuran dengan menggunakan senjata yang ada harus melawan tentara musuh dengan senapan mesin dan alat perang lainya yang sudah lebih maju. Tapi para Pahlawan kita tak pernah menyerah berani dengan keyakinan bahwa peluru tidak membuatnya takut, takut untuk mati karena Mati bukan disebabkan oleh peluru melainkan Taqdir Alloh Swt. Para Pahlawan yakin bahwa ada yang Maha mempunyai "peluru" yaitu Alloh Swt. Ke Maha Besaran Alloh dan keyakinan para Pahlawan untuk mengusir penjajah 

Selasa, 12 Agustus 2014

Sikapi dengan Bijak Bank Kapitalis

Pengalaman kali ini berawal dari ditahun 2013,saat usahaku hancur krn ditipu dan menjadi kolaps.pada bulan desember tahun itu adalah tinggal jaminan sebuah rumah yang akan di eksekusi karena smua yang kupunya sudah terjual untuk membayar sisa sisa peninggalan piutang. Sertipikat yang masih tertinggal di bank ku coba untuk take over, namun katanya ga bisa jadi harus lunasi dulu sisa tunggakan. Hanya sisa 1 bank yang kutunggak saat itu, beberapa bank yanglain sudah mulai kututup walau dengan menjual barang yang sekiranya bisa dijual. Usaha dengan berpasrah kepada sang pencipta sudah kulakukan namun Alloh belum berikan jalan yang terbaik, jadi menunggu kemurah hatian Alloh.

Bulan Desember ku coba untuk bernego dengan pihak Bank dan ditolak dengan alasan SID bahwa aku termasuk Blcaklist, dan dari situ aku mulai mengalami  masalah perbankan hingga mencari web BI tentang permasalahan yang ada. Disamping itu aku surfing diberbagai forum tentang nasib yang sama alasan karena SID bermasalah karena menunggak. Konsultasi dengan pihak konsultan Bank di Jakarta hasilnya tetap sama selalu memihak pada Bank dan tidak memberikan solusi dari permasalahan yang ada. Tiap tiap Bank ku berusaha untuk masukan dengan jaminan sertifikat dan tempat tinggal, alasannya sama bahwa "black list"
Semua pihak bank selalu bilang " maaf Bapak belum saatnya " dari semua itu aku selalu ingin thu jawaban dari setiap permasalahan yang ada, Bila ada MASALAH pasti ada SOLUSINYA.

Minggu, 03 Agustus 2014

Pemimpin Cerdas Qulb

Menurut Imam Ghazali bahwa pemimpin yang baik itu harus mempunyai sifat Rosululloh Saw yaitu diawali dengan sifat 

1. Shiddiq
Sidiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.banyak mengumbar janji janji dan manakala sudah berdiri sibukmengurus kesejahteraan dirinya. Bagaimana bisa memperhatikan umat, bawahanya saja tidak sejahtera, perasaan belum ada tunjangan untuk hari raya dan memperhatikan ya wong setahun sekali gitu. Coba saja hampir tiap hari harus gantibaju seragam tapi tak pernah di fasilitasi, seingat penulis dibagi seragam cepe itu sekitar tahun 1990an.

2. Tabligh
Tablig itu menyampaikan kejujuran atau kebenaran dari apa yang ada dalam hatinya untuk mensejahterakan umat.Terkadang kejujuran itu pahit untuk disampaikan namun harus tetap disampaikan, karena kebenaran itu

Jumat, 01 Agustus 2014

Dibacok 30 meter dari POS POLISI

Posko hari  ke3 di hari Puls 5 Idulfitri dengan jumlah kunjungan pasen yang masih tetap membludak, dengan kasus kasus sebagian besar adalah saluran pencernaan. Gangguan salura pencernaan masih mendominasi seperti Penyakit tukak lambung, Diare dan Panas tersangka Demam Tifoid. Kasus kasus kecelakaan dibanding tahun sebelumnya sedikit penurunan, hal ini dimungkinkan karena pelebaran jalan dan semakin macetnya jalan di are Tanjungsari. Kemacetan yang sudah rutin pada jam jam sibuk sudah bukan lagi menjadi hal aneh melainkan sudah  sering kita saksikan bagi para pengendara yang melewati jalur bandung sumedang via Tanjungsari. Ditengah hari libur seperti sekarang menjelang arus balik sudah barang pasti akan menambah daftar antrian macet. 

Saat jelang jumat sekitar jam 11.00 setelah selesai membereskan alat alat di Intalasi GAWAT DARURAT, tiba tiba dikejutkan dengan seorang klien terenggah enggah dengan kepala dan tangan berlumur darah yang lari dari arah Alun alun  TKP ( 15 meter dari pintu IGD ) padahal sedang Rame ramenya dan bertepatan pada mau pergi shalat jumat. Klien tersebut di Bacok dikepala dan tangan oleh sebilah golok, dan kejadian

Kamis, 31 Juli 2014

Terlupakan

Setahun yang lalu saya bareng posko dengan bidan yang sama, seorang bidan "junior"dan tadi malam mengingatkan agi pada kejadian yang sama dengan jumlah yang melahirkan berturut turut, tahun lalu bersamanya 6 orang terjadi persalinan dalam semalam dengan tenaga bidan seorang dibantu saya dan yang lain dalam tindakan tindakan yang sekiranya bisa kami lakukan. Malam tadipun sama halnya kita bahumembahu bersama mengatasi tiap kesulitan dan yanng palinng merepotkan adalah dengan syarat "administrasi BJS ", sebagian waktu termakan habis oleh administrasi, urus kartu, poto kopi ditengah malam mana ada? Belum lagi kelengkapan dari pihak pasen bila tidak lengkap disebutnya "Menghambat" terkadang petugas dituduh macam macam sebagai penghambat. Sitem yang masih manual BELUM TERPIKIRKAN oleh Pemangku kebijakan, bagaimana situasi sebenarnya dilapangan dengan tenaga yang serba kekurangan tapi harus sempurna melayani.

Itu terjadi baru satu kasus yang datang, semenjak hari ke2 Posko banyak masyarakat yang berkunjung untuk berobat , Mereka tak tahu kasus itu adalah emergensi atau bukan yang penting KAMI SELALU ADA 24 JAM untuk melayani, ketika KEBIJAKAN karena Sistemnya "ini bukan kasus emergensi" tertolak, lalu

Selasa, 29 Juli 2014

THR Rp.5.120,5

Ngotot saat diskusi perumusan uang posko Idul fitri sesama karyawan dan Pimpinan yang mau membagi rata uang psoko sejumlah Rp. 5.120 ( bukan dolar USD), Rame dan bersitegang. Itukah yang namanya keadilan ? Jauh apa yang dinamakan keadialan sementara kami tak sama dengan yang lain. Lha kalau begitu ga ikhlas ? gak juga seeh. Coba aja sejak 28 tahun masa silam baru ada uang Posko yang diperhatikan oleh pemerintah. Perlu kami syukuri meski jumlahnya segitu. Coba saja Rekan seprofesi dengan jumlah Jaga selang sehari di hari Posko : Pagi,libur,Malam,bebas malam,Siang dengan frekuasi seperti itu selama Posko.

Jumlah yang Posko tak seperti saat perhitungan , dengan jumlah Karyawan 56 orang dengan jatah Rp. 4 jt dibagi 14 hari ( H plus dan H min 7 ) kebagian rata rata ya segitu jumlahnya. Sedangkan yang Posko setiap hari hanyalah 5 orang dengan jumlah yang masih kurang. Jelas beda institusi kami dengan pelayanan 24 jam dan bukan cuma pelayanan melainkan sebagai pengelola kegiatan kemasyarakatan juga semestinya pihak Pemerintah daerah harus lebih siap memplanninng ketenagaan dengan pememetaan yang benar, bukan hanya sekedar penempatan Rasio kebutuhan tenaga perawat berdasarkan Permenkes No 340 Tahun

Sabtu, 26 Juli 2014

Kerja Bakti versus kekuasaan

Assalammu'alaikum wr. wb.
Aku adalah salah seorang karyawan, kerjaku disalah satu institusi dengan jam kerja yang mungkin kami berbeda dengan institusi yang lain 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan tanpa tunjangan jaga yang ironisnya tak diketahui oleh pemerintah daerah. Gaji kita ( menyebut kita karena profesi ) sama dengan pegawai lain yang nota bene sesuai pangkat dan golongan. Aku membahas ini karena saat pembinaan oleh seorang bapa angkat bahwa itu tidak ada biaya untuk uang jaga padahal institusiku selam aku kerja 28 tahun bahkan sebelumnya yang seperti itu tanpa tunjangan jaga tapi kami tak pernah mengeluh yang paling penting adalah memberikan pelayanan sebaik baiknya pada masyarakat. Lantas mengapa baru sekarng dibahas? Masalahnya adalah ketika ketidak adilan yang sudah dipojokan oleh masyarakat bahwa kami tidak profesional bahkan melalaikan tugas padahal kami sudah sedemikian rupa memberikan pelayanan dan semaksimal mungkin tanpa menuntut.

Rabu, 23 Juli 2014

Pengelolaan Organisasi Institusi

Assalammu'alaikum wr. wb.
Bila melihat masa lalu duapuluh delapan tahun kebelakang dengan rata rata tingkat pendidikan SMA bahkan SMP sederajat mempunyai kinerja yang sangat baik dan dapat melahirkan berbagai prestasi yang sangat baik. Aku masih ingat saat pertama kali pada tahun 1985 mulai masuk institusi, bahwa dengan lulusan SLA/sederajat saat it saat itu dipandang kedua tertinggi setelah lulusan Strata 1, masih ingat ucapan seorang pimpinan " Masa Kalah dengan yang lulusan SR dengan prestasi yang baik " Kata kata itu tertanam dan menjadikan diriku bangkit untukbisa berprestasi walau saat itu aku belum menjadi Aparat pemerintah ( Sukwan murni tanpa Gaji sepeserpun )

Saat itu aku ditugaskan terpencil ditengah desa tanpa llistrik dan air berada ditengah hutan bambu, tengok kanan kiri hanya barisan pohon bambu sedangkan dibelakang adalah makam yang sudah lama tak pernah dirawat. Di berikan tugas oleh pimpinan saat itu bertanggung jawab membina 1 wilayah dengan jumlah desa 6 buah dengan medan yang cukup lumayan jauh dan ojeg yang ada hanya beberapa kalopun mau pake ojeg biasanya 2 jam sekali itupun sudah terisi, sedangkan mobil dolak ( pengangkut barang ) biasanya cuma 1 jalur tidak bisa sampai ke peloosok karena minimnya fasilitas.